TEMPO.COJakarta – Bank Indonesia yakin krisis global akibat krisis utang Eropa dan Amerika Serikat tidak akan berdampak signifikan pada kinerja industri perbankan syariah di Tanah Air. Itu karena fokus kegiatan perbankan syariah pada pembiayaan usaha dalam negeri dan tidak banyak terkait dengan perekonomian internasional.

“Industri perbankan syariah tidak terganggu oleh kondisi perekonomian global,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah dalam seminar Outlook Perbankan Syariah 2012, Rabu, 14 Desember 2012.

Menurut dia, pada 2012 nanti peluang perbankan syariah membiayai sektor ekonomi produktif terbuka lebar, mulai dari proyek skala menengah hingga besar.  Kebijakan yang akan dibuat pun akan diarahkan pada hal tersebut.

Bank Indonesia mengharapkan kualitas pelayanan bank-bank syariah saat ini dapat setara dengan kualitas bank induknya.

Menurut Halim, hal tersebut dapat dicapai dengan memberdayakan bank induk dalam mengembangkan infrastruktur perbankan, seperti teknologi informasi dan peningkatan kualitas manajemen risiko.

DINA BERINA