TEMPO.COJakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution, menegaskan Bank Indonesia tidak akan memberi bantuan hukum bagi salah satu deputinya, Budi Mulya. “Ini urusan pribadi, tidak ada bantuan dari BI,” ujar Darmin usai pelantikan dua Deputi Gubernur BI, Kamis, 29 Desember 2012.

Menurut Darmin, apabila kasus yang membelit Budi Mulya berhubungan dengan pekerjaan dinas, pasti akan ada bantuan hukum. “Itu sudah kami konfirmasikan kepada beliau,” katanya.

Deputi Gubernur BI, Mulyaman Hadad, mengatakan saat ini status mantan Deputi Gubernur BI, Budi Mulya, masih non-aktif. Namun, saat diminta menanggapi hasil temuan BPK soal aliran dana yang mengaitkan Budi Mulya, Mulyaman enggan berkomentar. “Saya tidak mau komentar dulu,” ujarnya.

Budi Mulya tersandung masalah setelah audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan aliran dana ke rekeningnya. Budi menerima dana Rp 1 miliar dari bekas pemilik Bank Century (kini Bank Mutiara), Robert Tantular.

DINA BERINA