TEMPO.COJakarta – Vice President Sales and marketing PT Repex Wahana, Andry Adiwinarso, mengakui bahwa RPX sempat terkena dampak krisis 2008. “Pertumbuhan ekonomi perusahaan menunjukkan penurunan saat itu,” ujar Andry kemarin.

Tapi ia menegaskan bahwa penurunan yang terjadi tidak signifikan. Adapun pertumbuhan kembali membaik pada tahun 2009 dan semakin meningkat pada tahun 2010. “Tahun ini cenderung landai, tapi masih cukup baik.”

Andry menyebutkan ketidakpastian ekonomi akibat krisis global mengarahkan target pasar perusahaan pada pasar Asia. “Asia yang paling tidak signifikan terkena dampak krisis,” ujarnya.

Pembiayaan sektor jasa untuk pasar Asia lebih murah dibandingkan Amerika dan Eropa jadi target akan ditekankan pada pada volume pengiriman.

Tahun ini pertumbuhan pasar RPX secara umum berkisar antara 18-20 persen. Sebagian besar pengiriman produk untuk RPX ditujukan untuk pasar internasional dengan komposisi 60 persen, sisanya untuk pasar domestik. Hal ini karena nilai dari transaksi internasional lebih tinggi dibandingkan transaksi individual atau retail.

Nilai tersebut didukung kegiatan ekspor dan impor. Andry menyebutkan bahwa tiga negara yang mendominasi dalam penggunaan jasanya adalah Amerika, Jepang, dan Cina.

DINA BERINA