TEMPO.COJakarta-Bos Grup mayapada, Tahir, dikabarkan menyumbang dana sebesar US $ 30 juta atau setara dengan Rp 270 miliar kepada National University of Singapore (NUS). Donasi ini menjadi kontribusi terbesar yang pernah diterima NUS dari alumnus mereka.

Seperti dikutip dari The Sunday Times kemarin, dana dari Tahir itu disumbangkan untuk Yong Loo Lin School of Medicine demi kebutuhan pendidikan dan riset. Dengan donasi ini, ditambahkan kontribusi pemerintah setempat, NUS menerima total dana US $ 75 juta.

Tahir sendiri tak bisa dihubungi saat Tempo hendak meminta konfirmasi tentang kabar ini. Namun, pada The Sunday Times , pria 59 tahun tersebut memberi tanggapan singkat. “Ada banyak orang yang lebih kaya dari saya, ini bukan tentang berapa banyak harta yang Anda miliki atau seberapa kaya Anda,” kata dia sambil mengibaskan tangannya.

Kontribusi untuk NUS ini bukan yang pertama kali dilakukan Tahir. Situs situs AsiaOne memberitakan, pada 16 Juli 2009, menantu pemilik Grup Lippo, Mochtar Riady, itu menyumbang US $ 2 juta kepada Business School NUS saat anaknya, Jonathan, lulus dari sana. Kontribusi ini pun dicatat sebagai donasi terbesar kelima yang diterima NUS dari individu.

Dalam sebuah wawancara, Tahir mengatakan donasi itu merupakan caranya berterima kasih karena NUS memberikan anaknya pendidikan kelas dunia. Tak cuma untuk NUS, pada April 2011, ia juga diberitakan menyumbang dana US $ 1 juta kepada University of California, Berkeley, untuk beasiswa program master bisnis (MBA).

Tahir mulai dikenal di dunia bisnis setelah mendirikan Grup mayapada pada 1986. Perusahaan ini mengawali bisnis di sektor garmen, dan empat tahun kemudian memperluas usahanya ke bisnis bank. Selain itu, Tahir mengembangkan usaha ke bidang retail dan properti gedung perkantoran. Ia juga memiliki hotel, mal, dan rumah sakit.

FERY FIRMANSYAH | DINA BERINA