TEMPO.COJakarta – PT Pupuk Kujang memindahkan utangnya dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) ke empat bank nasional. Bank tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank BNI (Persero) Tbk, PT Bank BRI (Persero) Tbk, dan PT Bank BCA Tbk. Pemindahan utang ini dilakukan untuk menghindari ketidakpastian kurs valuta asing.

“Ketidakpastian itu merugikan perusahaan,” ujar Direktur Utama PT Pupuk Kujang, Achmad Tossin, usai penandatangan perjanjian kreditrefinancing utang JBIC, Rabu, 4 Januari 2012.

Menurutnya, utang dalam kurs valuta asing mempengaruhi laporan keuangan perusahaan yang dia pimpin. “Dengan pemindahan ini laporan keuangan kami tidak lagi terpengaruh fluktuasi mata uang yen,” katanya.

Besar utang PT Pupuk Kujang kepada JBIC sebesar 16,23 miliar yen atau setara Rp 1,947 triliun. Jumlah tersebut dibagi kepada empat bank nasional dengan proporsi Rp 1 triliun dari BRI, dan Rp 303 miliar masing-masing dari BNI, Bank Mandiri, dan BCA. Pembayaran utang ini direncanakan dalam jangka waktu 8 tahun. “Pembayaran mulai tahun 2012 sampai 2019,” ujar Achmad.

Pinjaman ini, kata Achmad, akan bermanfaat bagi proyek-proyek yang akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan. Ada dua proyek PT Pupuk Kujang yang membutuhkan dana besar, yakni Proyek Gasifikasi Batu Bara pada 2014 dan pembangunan Pabrik Kujang 1C pada 2017.

DINA BERINA