TEMPO.CO, Tanjung Enim – Direktur Utama PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), Milawarma, menargetkan produksi batu bara sebesar 90 juta ton per tahun 2018. “Ini bisa dicapai setelah pembangunan proyek-proyek di kawasan tambang Tanjung Enim selesai,” ujarnya di Recreation Hall Perumahan Bukit Asam Baru di Tanjung Enim, Kamis, 19 Januari 2012.

Proyek tersebut antara lain pembangunan jalur kereta api pengangkut batu bara dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Menurutnya, kapasitas angkut kereta api yang sudah beroperasi, yakni Tanjung Enim-Kertapati dan Tanjung Enim-Tarahan, akan meningkat menjadi 22,7 juta ton per tahun setelah proyek pengembangan selesai pada 2014 mendatang. Saat ini kapasitasnya masih 12 juta ton per tahun.

Mila juga menyebutkan proyek jalur pengangkutan batu bara melalui kereta api baru yang direncanakan PTBA, antara lain Transpasific (Tanjung Enim-Lampung) dan Adani (Tanjung Enim-Tanjung Api-api). Transpasific akan dibangun sepanjang 307 kilometer dengan kapasitas angkut 25 juta ton per tahun. Sedangkan Adani akan dibangun sepanjang 270 kilometer dengan kapasitas 35 juta ton per tahun.

Ia melansir ada proyek beberapa PLTU yang akan dibangun. Pertama, PLTU Banjarsari dengan kapasitas 2 x 110 megawatt yang akan dipasok batu bara sebanyak 1 juta ton per tahun. PTBA menargetkan proyek ini selesai pada tahun 2014. Kedua, PLTU Banko Tengah dengan kapasitas 2 x 620 megawatt yang akan dipasok batu bara sebanyak 5 juta ton per tahun. Pembangunan PLTU ini diperkirakan rampung pada tahun 2016.

Selain kedua PLTU tersebut, PTBA juga memasok batu bara untuk dua PLTU lainnya yang digunakan untuk kebutuhan internal PTBA. PLTU tersebut terletak di Tanjung Enim dan Tarahan.

Demi menyokong pembangunan proyek tersebut, Mila mengaku pihaknya menyediakan pembelanjaan modal (capital expenditure) sebesar Rp 1,3-1,4 triliun untuk tahun 2012.

DINA BERINA