TEMPO.COJakarta – Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menyatakan akan mengadakan pertemuan dengan 20 pabrik gula yang memiliki tingkat produktivitas rendah. “Nanti kami mau buat ‘pesantren’ yang akan membenahi permasalahan di pabrik gula secara besar-besaran,” katanya usai menghadiri Rapat Koordinasi dengan 141 BUMN di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan, 24 Januari 2012.

Dahlan menyebutkan ada 10 masalah terbesar yang akan dibahas dalam pertemuan itu, antara lain ketersediaan lahan, biaya tanam, jenis tanaman, pemeliharaan, penggilingan, transportasi ke pabrik, rendemen, bahan bakar pabrik, mesin, dan manajemen. Ia menegaskan permasalahan ini harus segera diselesaikan. “Kita malu punya pabrik gula jelek-jelek seperti ini,” ujarnya.

Dahlan tidak hanya mengundang jajaran direksi dari pabrik gula tersebut, tapi juga kepala pabrik, kepala bagian, dan 10 karyawan muda dari 20 pabrik gula. Menurutnya akan ada sekitar 300 tamu undangan dalam pertemuan tersebut.

Dahlan menyatakan belum menetapkan tanggal pertemuan tersebut, tapi akan segera dilaksanakan. Menurutnya pertemuan ini akan diadakan selambat-lambatnya tiga minggu dari sekarang.

Dahlan akan mengundang pabrik gula Bunga Mayang, Kepala Bagian Teknis dan Operasional  pabrik gula di Keracikan, serta Bupati Jombang sebagai pembicara.

Dalam pertemuan tersebut pabrik gula Bunga Mayang akan diposisikan sebagai pabrik gula percontohan. Adapun Kepala Bagian Teknis dan Pengolahan pabrik gula di Kracikan akan mensinkronisasi dua fungsi (teknis dan pengolahan) yang umumnya dalam pelaksanaan fungsinya ‘tidak akur’ satu sama lain.

DINA BERINA