KORAN TEMPO
, JAKARTA
 – Pemerintah akan mengajukan permintaan tambahan dana sebesar Rp 1,8 triliun untuk melanjutkan proyek pembangunan jalur kereta api rel ganda (double track) rute Jakarta-Surabaya. Tambahan dana itu akan diajukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012.

“Ini demi target operasional, kalau tidak akan mundur terus,” ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan, Asril Syafei, seusai Seminar Nasional Perkeretaapian di Universitas Indonesia kemarin.

Menurut dia, realisasi pembangunan jalur ganda bergantung pada komitmen pemerintah dalam pembiayaan proyek. Selama dukungan pemerintah belum optimal, pembangunan akan berjalan sekadarnya. “Kita kan ingin cepat selesai,” Asril menjelaskan.

Ia mengatakan target pengoperasian jalur ganda tetap pada 2013. Pemerintah berharap, dengan selesainya proyek ini, kebutuhan pengangkutan kontainer dari Jakarta ke Surabaya bisa dilayani dengan lebih cepat. “Yang tadinya bisa lebih dari 12 jam, nanti bisa berkurang,” tuturnya.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Dedy Supriadi Priatna, setelah mengikuti rapat tentang perkeretaapian di Istana Wakil Presiden, Selasa lalu, menuturkan, dana keseluruhan untuk pembangunan rel ganda mencapai Rp 9,8 triliun.

Tahun ini, dana yang sudah dianggarkan dalam APBN hanya cukup sampai Agustus. Karena itu, permintaan dana tambahan akan diupayakan dalam APBN-P.

“Bukan kekurangan untuk keseluruhan, tapi untuk pembebasan lahan, kalau tidak salah hanya Rp 800 miliar. Sisanya untuk pembangunan track dan lain-lain,” ujarnya.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyampaikan, dari total panjang jalur ganda Jakarta-Surabaya sepanjang 714 kilometer, sekitar 250 kilometer di antaranya sudah beroperasi.

Selain itu, ada sepotong jalur yang sudah selesai dibangun sejak 2011 akan mulai beroperasi Juni 2012. Jalur sepanjang 28 kilometer itu terletak di jalur Tegal-Pekalongan.

“Ini adalah titik lokasi kecelakaan tahun lalu yang terjadi di dekat Stasiun Petarukan,” kata Bambang, yang baru saja melakukan peninjauan di lapangan pada 18-21 Januari lalu.

Ia mengimbuhkan, pemerintah berusaha memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kereta api. Pemerintah berharap dalam beberapa tahun ke depan masyarakat sudah menjadikan kereta api sebagai sarana angkutan utama.

Pengaturan dan penambahan layanan kereta tidak hanya dilakukan di Pulau Jawa dan Sumatera yang sudah memiliki jalur kereta, tapi juga di daerah lain.

“Sekarang baru Jawa dan Sumatera. Kami akan membangun di Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya,” kata dia.

DINA BERINA | MUNAWWAROH | EFRI


Proyek Sejuta Manfaat

Pembangunan jalur ganda dalam dua tahun anggaran senilai Rp 9,8 triliun ini dinilai mampu menghemat anggaran perekonomian yang selama ini bergantung pada jalur angkutan umum jalan raya. Inilah beberapa keuntungan jalur ganda.

  • Menghemat biaya perawatan jalan.
  • Mengurangi konsumsi bahan bakar minyak.
  • Menambah frekuensi perjalanan kereta.
  • Menekan biaya logistik.