Usai mengambil English Corner Class (E-Cor), salah satu Speaking Class di ELFAST, saya dan salah satu rekan satu camp dan kursusan, Nonong, mampir di warung Bakso Bakar di Jl. Brawijaya, Desa Tulung Rejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Ya, masih di Kampung Inggris. Lagi-lagi karena penasaran.

Warung sederhana selayaknya warung tenda kaki lima biasa ini terletak tepat di depan bimbingan belajar Totalwin College di Jl. Brawijaya No.75. Menu yang disajikan hanya tiga yakni bakso bakar, bakso biasa, dan kelapa muda. Tentu saja saya pesan bakso bakar yang menjadi khasnya. Untuk menambah nikmatnya bakso bakar, saya juga memesan kelapa muda.

Bakso bakar sama seperti bakso pada umumnya. Terbuat dari daging dan berbentuk bulat. Nah, bedanya bola-bola daging ini ditusuk layaknya sate, dibakar, dan disajikan dengan kuah terpisah. Yang ada di dalam kuah hanya bihun, irisan daging, daun bawang, dan bawang goreng, layaknya kuah bakso pada umumnya.

Rasanya gurih, seperti bakso ikan. Jadi, rasanya gurih seperti otak-otak tapi agak manis. Enak! Untuk mendapatkan seporsi bakso bakar dan satu buah kelapa muda, saya harus mengeluarkan kocek Rp 10 ribu. Ya, Rp 5 ribu untuk bakso, dan Rp 5 ribu lagi untuk kelapa. Bakso bakar ini seharga nasi + ayam (oreng/bakar/opor) di warung nasi yang ada di Kampung Inggris. Nah, soal mahal atau nggaknya, itu relatif. Tergantung kepuasan yang anda dapat setelah menyantapnya.😀